Medan, 15 April 2026 – Diskusi akademik bertajuk "Explainable AI dan Etika Kecerdasan Buatan" sukses diselenggarakan pada Rabu, 15 April 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di Aula Gedung B. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi teknologi, serta masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang transparan, adil, dan bertanggung jawab.
.
Diskusi akademik menghadirkan Dr. Lili Tanti, M.Kom sebagai narasumber yang membahas konsep Explainable Artificial Intelligence (XAI), transparansi model AI, serta pentingnya penerapan prinsip etika dalam pengembangan dan implementasi sistem kecerdasan buatan. Materi disampaikan secara komprehensif dengan mengaitkan perkembangan teknologi AI dengan kebutuhan akan akuntabilitas dan kepercayaan dalam penggunaannya.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa semakin luasnya pemanfaatan Artificial Intelligence di berbagai sektor menuntut pengembang untuk tidak hanya menghasilkan model yang memiliki tingkat akurasi tinggi, tetapi juga mampu menjelaskan bagaimana suatu keputusan dihasilkan. Pendekatan Explainable AI (XAI) menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan transparansi sehingga proses pengambilan keputusan oleh sistem AI dapat dipahami, dievaluasi, dan dipercaya oleh pengguna.
Selain membahas konsep Explainable AI, diskusi ini juga mengulas pentingnya penerapan prinsip fairness, pencegahan bias algoritma, akuntabilitas sistem AI, serta aspek etika dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Berbagai contoh kasus penerapan AI di bidang kesehatan, pendidikan, bisnis, dan layanan publik turut dibahas untuk memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi dalam membangun sistem AI yang aman, adil, dan bertanggung jawab.
.
Adapun materi yang dibahas dalam diskusi akademik ini meliputi konsep Explainable AI (XAI), transparansi dan interpretabilitas model AI, fairness serta pencegahan bias algoritma, akuntabilitas dan tanggung jawab sistem AI, serta etika Artificial Intelligence dalam penelitian maupun penerapan di berbagai sektor industri. Seluruh materi disampaikan secara sistematis sehingga peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya pengembangan AI yang dapat dipercaya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi pemaparan materi dengan antusias dan aktif berpartisipasi dalam diskusi serta tanya jawab bersama narasumber. Berbagai pertanyaan mengenai transparansi model AI, mitigasi bias algoritma, perlindungan data, hingga tantangan implementasi AI yang beretika menjadi topik pembahasan yang menarik dan memberikan wawasan baru bagi seluruh peserta.
Melalui diskusi akademik ini, diharapkan peserta mampu memahami pentingnya penerapan prinsip transparansi, keadilan, dan akuntabilitas dalam pengembangan sistem kecerdasan buatan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghasilkan penelitian maupun inovasi teknologi AI yang tidak hanya cerdas dan akurat, tetapi juga bertanggung jawab, etis, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.